Kolagen memang sering dikaitkan
dengan kesehatan kulit. Betapa tidak,
protein yang satu ini memiliki peran
penting dalam proses perbaikan kulit
serta menjaganya agar tetap halus,
lembut, dan kenyal.
Makin bertambahnya usia, semakin
lambat tubuh memproduksi kolagen.
Alhasil, kulit mengendur dan
mengeriput. Namun, adakalanya
produksi kolagen melambat dan
rusak sebelum waktunya.
Untuk menangani hal ini, tak sedikit
orang menggunakan produk kosmetik
dan suplemen yang mengandung
kolagen. Tapi, tunggu dulu!
Sesungguhnya, kita dapat
meningkatkan pembentukan kolagen
di tubuh melalui 6 langkah sederhana
di bawah ini.
1. Konsumsi Makanan yang Kaya
Glisin dan Prolin
Kolagen sebenarnya merupakan hasil
pematangan dari prokolagen, protein
yang diproduksi oleh sel fibroblas.
Prokolagen terdiri dari dua komponen
utama, yaitu asam amino glisin dan
prolin (5) . Oleh karena itu, konsumsi
makanan yang kaya glisin dan prolin
dapat membantu tubuh meningkatkan
produksi kolagen.
Sumber utama prolin: putih telur,
produk olahan susu, kedelai, jamur,
asparagus, gandum, dan kubis (kol).
Sedangkan, sumber utama glisin:
kulit ayam, tulang dan tulang rawan,
dan gelatin dari ikan atau sapi (1,2) .
2. Mengasup Cukup Vitamin C Setiap
Hari
Vitamin C (asam askorbat)
merupakan komponen penting dalam
proses pembentukan prokolagen yang
stabil (5) . Jika prokolagen yang
dihasilkan tidak stabil, kolagen yang
dibentuk akan mengalami kecacatan
yang berakibat pada kendurnya kulit.
Jadi, cukupilah kebutuhan harian
vitamin C: 75 mg untuk wanita
dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa
(6) . Sumber vitamin C: buah-buahan
asam, stroberi, paprika, jeruk,
brokoli, pepaya, sayuran hijau
(1,2,3) .
3. Memenuhi Kebutuhan Mineral
Tembaga Harian
Tembaga berperan penting dalam
proses pembentukan elastin dan
kolagen yang dapat memperkuat kulit
dan membuatnya tampak muda
dengan menjaga bentuk dan tekstur
kulit (4,7) . Sumber utama tembaga:
wijen, kerang-kerangan, serbuk
cokelat, mete, lentil (miju-miju),
kacang-kacangan, daging merah,
beberapa air mineral, dan jeroan
(1,2) .
4. Lengkapi dengan Makanan yang
Meningkatkan Asam Hialuronat di
Kulit
Untuk menjaga kulit agar tetap
kenyal, lembap, dan tampak muda
sepertinya tidak lengkap tanpa
kehadiran asam hialuronat (AH). AH
berperan penting dalam proses
regenerasi kulit sehingga kekurangan
AH dapat menyebabkan kulit
mengendur dan mengerut (8) .
Sumber AH serta makanan yang
dapat meningkatkan AH dalam tubuh:
kacang-kacangan, kedelai, kaldu
tulang, dan umbi-umbian (3) .
5. Cegah Kerusakan Kolagen dengan
Mengonsumsi Antioksidan
Antioksidan dapat mencegah
kerusakan kolagen akibat serangan
radikal bebas (3) . Sumber makanan
yang kaya antioksidan adalah
blueberry, teh hijau yang diperkaya
epigalokatekin galat (EGCG), yerba
mate, ekstrak likoris, alga, ekstrak
promeganat, astragalus, kayu manis,
oregano, ginseng, lidah buaya, daun
ketumbar, dan minyak esensial
thyme (3,4) .
6. Hindari Faktor-Faktor yang Dapat
Merusak Kolagen dan Menghambat
Produksinya
Untuk mengoptimalkan produksi
kolagen di kulit, alangkah baiknya
jika kita menghindari faktor-faktor
yang dapat merusak kolagen berikut
(2,9) :
- Konsumsi gula berlebihan:
tingginya kadar gula darah dapat
meningkatkan proses pengikatan
gula pada protein sehingga
terbentuk advanced glycation
products (AGEs) yang dapat
merusak kolagen. Walhasil,
kolagen mengering, melemah,
dan rapuh.
- Merokok : senyawa kimia yang
terkandung dalam rokok dapat
merusak kolagen dan elastin
pada kulit. Nikotin di dalamnya
dapat memperkecil pembuluh
darah pada kulit sehingga
menghambat masuknya nutrisi
dan oksigen ke dalam kulit.
- Sinar UV: sinar UV mengurai dan merusak kolagen secara cepat
sehingga kulit akan tumbuh
secara abnormal dan mengeriput.
Cara mencegahnya adalah dengan
selalu menggunakan tabir surya
saat beraktivitas di luar ruangan.
- Kafein : berdasarkan sebuah
penelitian terhadap kulit manusia,
kafein dapat menghambat proses
pembentukan kolagen (9) .
Sekarang sudah tahukan cara
meningkatkan produksi kolagen di
kulit tanpa harus merogoh kocek
yang cukup dalam untuk suplemen
kolagen? Semoga bermanfaat.
Referensi:
(1) Jennings, K.A. Collagen-what is
it and what is it good for? Diambil
dari: healthline.com/nutrition/
collagen#section1 (9/9/2016)
(2) Mcintosh, James. Colagen: what
is it and what are its uses? Diambil
dari: medicalnewstoday.com/
articles/262881 (16/6/2017)
(3) Johnson, Jon. Ways o get
healthier looking skin by boosting
collagen levels. Diambil dari:
medicalnewstoday.com/
articles/317151 (26/4/2017)
(4) Watson, Kathryn. 5 ways to boost
collagen. Diambil dari:
healthline.com/health/ways-to-
boost-collagen 11/4/2017)
(5) Lodish H, Berk A, Zipursky SL, et
al. Molecular Cell Biology. 4th
edition. New York: W. H. Freeman;
2000. Section 22.3, Collagen: The
Fibrous Proteins of the
Matrix. Diambil dari:
ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21582/
(6) Lampiran Peraturan Menteri
Kesehatan Repblik Indonesia Nomo
75 Tahun 2013 Tentang Angka
Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi
Bangsa Indonesia.
(7) Harris ED. Copper and the
synthesis of elastin and collagen.
Diambil dari: ncbi.nlm.nih.gov/
pubmed/6110524 (1980)
(8) Simple Skincare Science author.
Why science says hyaluronic acid is
the holy grail to wrinkle-free, youthful
hydration. DIambil dari:
healthline.com/health/beauty-skin-
care/hyaluronic-acid (2/8/2017)
(9) Donejko, Magdalena. Influence of
caffeine and hyaluronic acid on
collagen biosynthesis in human skin
fibroblasts. Diambil dari:
ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/
PMC4206198/ (2014)li
Share this