Sebenarnya, saya tergolong anak
bawang di dunia bisnis. Baru
setahun belakangan ini saya bener-
bener fokus memanfaatkan digital
marketing ke arah yg lebih besar.
Sebelumnya, ya hanya AdSense atau
Affiliate aja.
Pemikiran soal bisnis saya justru
mulai terbuka ketika saya
memutuskan untuk menerima
tawaran menjadi seorang SEO
Specialist (sekarang sebagai SEO
Lead) di salah satu perusahaan
konsultan bisnis asal Singapura.
Banyak yang sebenarnya
mempertanyakan keputusan saya,
“kenapa mau?”. Pertanyaan tersebut
seringkali tidak saya jawab, saya
cuma senyum saja.
Hingga pada akhirnya pertanyaan
tersebut muncul ke permukaan
kembali, Pramudya Ksatria Budiman
alias Satruk semalem menanyakan
hal tersebut. Terpaksa saya jawab,
karena Satruk ini masih muda, dan
mungkin jawaban saya bisa
memberi impact positive buat dia
kedepannya
Keputusan saya untuk menerima
tawaran ini jelas salah satunya
karena perkara uang, saya tidak mau
munafik. Perusahaan luar negeri
punya standarisasi yang cukup
tinggi, terlebih bagi mereka yang
punya keahlian di bidang yang
spesifik seperti SEO.
Yang lebih menarik lagi dari
perusahaan saya sekarang adalah
Flexibilitas waktu dan tempat.
Bayangkan saya sekarang sudah
sekitar 2 minggu di Magetan.
Selama kerjaan kelar, urusan elu
dah mau salto, mau jungkir balik.
Ya kalau bisa dibilang, saya ini
pegawai ala-ala frelancer.
Tapi terlepas dari itu semua, ada
sesuatu yang lebih besar, sesuatu
yang lebih berharga dari gaji yang
saya dapat. Yakni sebuah ilmu.
Saya ini bekerja di perusahaan
konsultan bisnis, sangat berbeda
dengan perkiraan orang-orang yang
mengira saya ini kerja di Agency
Digital. Perusahaan konsultan bisnis
jelas berbeda dengan agency. Kalau
ada yang pernah denger nama Ipsos,
kurang lebih seperti itu gambaran
perusahaan tempat saya bekerja
sekarang.
Bekerja di perusahaan konsultan
bisnis, membuat saya memiliki
referensi yang sangat luas, terutama
dari dunia bisnis. Mindset, Problem
Solving, dan banyak hal lainnya.
Temen-temen saya hampir rata-rata
lulusan luar negeri, Harvard,
Manchester, Birmingham, dan entah
dari Universitas mana lagi.
Kesempatan bekerja sama dan
belajar secara langsung dari mereka
adalah alasan terbesar saya
menerima tawaran tersebut. Hingga
pada akhirnya, saya sekarang bisa
memiliki perusahaan sendiri dengan
total team saya sekitar 14 orang.
Kalau saya boleh menyombongkan
diri, ini saya gapai hanya dengan
modal ijazah SMA di usia saya yang
baru menginjak 23 tahun.
Ini BTW, prolognya udah kaya kereta
aja panjangnya.
Lantas sebenernya, apa sih yang
musti kita lakuin dalam membangun
sebuah bisnis?
1. Out of The Box
Ini adalah hal terpenting dalam
membangun sebuah bisnis, inovator
akan selalu di depan, sementara
followers hanya akan mengikuti
dibelakang. Ciptakan ide-ide yang
mampu membuat orang bilang “wah,
kok bisa kepikiran ya?”.
Ide itu bisa datang dari mana saja
dan kapan saja, tergantung kita peka
atau tidak. Bahkan dari hal yang kita
anggap ‘buruk’ sekalipun. Misal
mantan pacar.
2. Leadership
Dalam membangun sebuah team,
kita perlu menjadi sosok yang di
denger nasehatnya tapi mau
mendengar nasehat pula. Gak ada
manusia yang sempurna, jadi
dengerin juga saran-saran dari
“bawahan” kita. Selain itu kita juga
harus menjadi pemimpin yang
mampu membakar semangat team
kita. Sering-sering deh baca cerita
pemimpin besar seperti Ir.
Soekarno.
3. Team buildings
Gak semua pekerjaan harus kita
kerjakan sendiri, kita manusia bukan
robot. Jadi penting untuk membuat
team. Membuat team gak melulu
harus mengeluarkan uang, jika kita
mampu menguasi point 1, yakni
memiliki sebuah gagasan yang
keren, dan kita juga memiliki point
ke 2 yakni leadership, adalah
sesuatu yang mudah untuk
menggerakkan banyak orang.
Jadi ini perkara bagaimana
meyakinkan orang bahwa ‘bakal
calon bisnis’ ini akan besar, tapi kita
belum bisa ngasih apa-apa
sekarang.
4. Partnership
Membangun bisnis selalu
membutuhkan partner bisnis, bahkan
bisa pula dengan kompetitor.
Ibaratnya seperti pedagang di pasar,
ketika barang dagangannya habis dia
tidak akan bilang ke calon pembeli
bahwa dagangannya habis,
melainkan menghubungi penjual lain
yang memiliki dagangan yang sama.
5. Links
Ini kenapa saya memutuskan untuk
menerima tawaran bekerja di sebuah
perusahaan, link yang saya dapat
nggak main-main, dari berbagai
negara, ilmunya apalagi. Tapi bukan
berarti harus kerja kantoran juga,
kalau tetep punya pendirian buat
freelance, caranya ya bangun links
dengan freelancer lain. Tapi jangan
cuma secara online, sering-sering
ikut kumpul secara offline, karena
banyak mastah yang di online jarang
sharing, di offline bisa ngasih
referensi yg luar biasa.
6. Problem Solving
Ini penyakitnya mayoritas orang,
NGELUH!
Sebuah masalah tidak akan
menemukan jalan keluar ketika
hanya dikeluhkan. Gak punya modal
ngeluh, gak punya ini itu ngeluh.
Seseorang yang punya mimpi besar
pastilah punya segudang hal yang
menghalangi, kalau ngeluh terus
yang ada malah pusing.
Saya pernah diajarin sama
seseorang, “akar penyelesaian
sebuah masalah adalah diri kita
sendiri”.
7. Yakin
Modal utama dan paling mahal
harganya. Yakin ini bentuknya
kompleks, ada macam-macam.
Pertama adalah yakin ke diri sendiri
alias percaya diri. Ketika kita tidak
yakin ke diri kita sendiri, bagaimana
bisa kita meyakinkan orang lain?
Kedua adalah yakin terhadap segala
hal. Ini ilmu ‘alam bawah sadar’,
bahwa ketika seseorang percaya
sesuatu akan terjadi, maka besar
kemungkinan akan terjadi. Contoh,
tukang bubur naik haji, sesuatu yang
terdengar seperti judul sinetron, tapi
dalam kehidupan nyata itu beneran
terjadi. Dan itu bisa terjadi hanya
karena ‘yakin’.
Dalam Islam, diajarkan ‘Allah
bersama prasangka hambanya’,
dimana kalau kita tela’ah secara
dalam, maka akan ada sebuah
kesimpulan bahwa ketika kita
berfikir positif maka yang akan
datang adalah hal-hal positif, begitu
pula sebaliknya.
Saya pribadi membangun bisnis
saya tahun 2016, dengan modal
hampir 0 rupiah dan sampai pada
akhirnya tahun 2017 ini mampu
menjadi sumber penghasilan banyak
orang. Kuncinya diantaranya ya 7
point diatas.
Sekian, semoga bisa menjadi
referensi. Mohon maaf bila ada
salah kata.
Salam sukses,
( Baca Juga :
Peluang Usaha Kerja
Online Tahun 2018 Terbaru)
Share this