Internet telah menjadi kebutuhan
utama bagi lebih dari separuh warga
Dunia. Tidak terkecuali bagi negara
berkembang seperti di Indonesia.
Namun sayangnya, penetrasi Internet
yang sedemikian cepat itu tidak
begitu diimbangi dengan peningkatan
infrastruktur jaringan. Sehingga
masih banyak kendala yang
mengemuka bagi para pengguna
internet di Indonesia.
Dalam menggunakan Internet, warga
negara Indonesia mengandalkan
perangkat bergerak (gadget mobile )
sebagai penyedia utama layanan
Internet bagi mereka. Dengan
dukungan sistem operasi pintar,
masyarakat dapat menikmati
anugerah Internet melalui berbagai
macam aplikasi.
Sebagai suatu negara berkembang,
rata-rata pengguna Internet dari
ponsel pintar di Indonesia masih
berada pada level bawah. Dalam
artian menggunakan ponsel pintar
kelas menengah ke bawah dalam
interaksi sehari-hari dengan Internet.
Seiring dengan semakin
berkembangnya aplikasi penyedia
layanan Internet, seperti Google,
Facebook, dll., para pengguna ponsel
pintar kelas menengah ke bawah
yang banyak terdapat di Indonesia ini
mulai kesulitan. Hal itu karena
pembaharuan aplikasi yang semakin
lama semakin berat. Baik dari segi
penggunaan performa ponsel pintar,
maupun penggunaan paket data
sebagai akses jaringan internet.
Alhasil aplikasi-aplikasi tersebut
menjadi beban berat bagi ponsel
pengguna dan juga menjadi momok
menakutkan karena boros paket data
dan rakus memori.
Untung saja perusahaan-perusahaan
Internet besar turut memberi
perhatian khusus bagi isu ini. Hal ini
karena mereka melihat pangsa pasar
potensial dari pengguna Internet di
negara-negara berkembang. Salah
satunya Indonesia. Untuk itu, mereka
pun merilis versi aplikasi yang lebih
ringan dan hemat dari aplikasi utama
mereka.
Berikut penulis hadirkan 5 aplikasi
versi ringan dan hemat dari aplikasi-
aplikasi penyedia layanan Internet
utama.
Google Go
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa
Google bagi sebagian besar orang
adalah inti dari Internet itu sendiri.
Bahkan beberapa pengguna awam
akan mengidentikkan Internet dengan
Google. Padahal, sebagai mesin
pencari, Google bukanlah pemain
tunggal.
Terlebih dengan adanya sistem
operasi ponsel pintar Android di
bawah naungan Google yang menjadi
primadona di kalangan pengguna
Internet pemula karena harganya
yang murah. Tidak heran jika
kemudian Google tertanam secara
bawaan pada ponsel pintar Android.
Namun semakin hari aplikasi Google
semakin berat. Semakin memakan
banyak memori karena berjalan
hampir terus menerus dan juga boros
penggunaan kuota data. Hal ini tentu
mengkhawatirkan para pengguna
Internet pada ponsel pintar kelas
menengah ke bawah. Meskipun
begitu ada perasaan berat hati jika
harus menghapus aplikasi Google
karena manfaatnya yang sangat besar
dan mengikat para pengguna.
Demi menjawab dan menghilangkan
kekhawatiran itu, Google baru-baru
ini merilis aplikasi alternatif
bernama Google Go. Aplikasi ini
merupakan aplikasi versi lebih
ringan dan hemat kuota data dari
aplikasi Google. Pengguna dapat
menikmati fitur inti dari Google untuk
mencari berbagai macam hal di
Internet, namun dengan kelebihan di
mana aplikasinya lebih ringan dan
hemat.
YouTube Go
Sejalan dengan aplikasi Google,
YouTube yang masih merupakan
penyedia layanan Internet di bawah
Google, juga menjadi layanan utama
yang pengguna Internet cari. YouTube
adalah penyedia hiburan terdepan di
Internet melalui media video.
Aplikasi YouTube juga tertanam
secara bawaan bagi pengguna ponsel
pintar Android. Namun sebagaimana
Google, aplikasi YouTube cukup
berat. Di sisi lain aplikasi YouTube
juga sangat rakus kuota data berkat
konten-konten video yang ada
padanya. Para pengguna YouTube
kerap kali harus mengeluarkan dana
yang tidak sedikit demi dapat
menikmati hiburan yang ditawarkan
oleh YouTube.
Bagi pengguna Internet di negara
berkembang yang mana kuota data
masih sangat mahal harganya, isu ini
menjadi kendala tersendiri.
Namun kini para penikmat YouTube
dapat bergembira. Mengikuti jejak
perilisan Google Go, Google juga
akhirnya merilis aplikasi serupa bagi
pengguna YouTube dengan nama
YouTube Go. Aplikasi ini juga
merupakan versi yang lebih ringan
dan juga hemat dengan beragam fitur.
Salah satunya adalah kemampuan
untuk menentukan kualitas video
sebelum menonton. Di mana
pengguna dapat memilih kualitas
video yang lebih rendah, yang tentu
saja akan memakan lebih sedikit
data, sebelum menikmati videonya.
Facebook Lite
Sebagai penyedia layanan jejaring
sosial Internet terbesar, Facebook
juga ingin merambah pasar negara
berkembang dan meraup pengguna
baru dari para pengguna Internet
pemula dari negara-negara
berkembang itu.
Visi Facebook untuk menghubungkan
seluruh manusia di Dunia menjadikan
mereka menaruh perhatian besar bagi
pengguna Internet di negara-negara
berkembang. Di mana jumlah
penduduk sangat tinggi dan penetrasi
Internet semakin pesat setiap
saatnya. Seperti India dan Indonesia.
Salah satu perhatian mereka adalah
soal ketersediaan jaringan. Pada
negara berkembang seperti
Indonesia, masih banyak daerah yang
baru bisa menikmati kualitas jaringan
3G baru-baru ini saja.
Beberapa daerah bahkan masih
berkutat pada jaringan 2G di saat
Dunia sudah menikmati kualitas 4G
dan bahkan sebentar lagi akan
menuju kepada 5G.
Untuk itu Facebook lantar merilis
aplikasi Facebook Lite. Aplikasi yang
selain lebih ringan dari aplikasi
Facebook, juga mereka klaim jauh
lebih hemat data serta dapat bekerja
dengan baik pada kondisi jaringan
yang lemah dan tidak stabil.
Facebook Lite adalah jawaban
Facebook bagi keluhan para
penggunanya tentang beratnya
aplikasi Facebook dan betapa
aplikasi itu begitu boros kuota data.
Messenger Lite
Selain merilis versi ringan dan hemat
bagi aplikasi utamanya, Facebook
juga merilis versi ringan dan hemat
dari aplikasi perpesanannya:
Messenger, yang terintegrasi dengan
Facebook itu sendiri.
Sebagaimana aplikasi Facebook Lite,
Messenger Lite juga diklaim dapat
berjalan dengan baik pada kondisi
jaringan yang buruk dan tidak stabil.
Hanya saja, karena merupakan versi
yang lebih ringan, banyak fitur yang
Messenger Lite maupun Facebook
Lite pangkas demi membangun
aplikasi yang tidak memakan banyak
memori dan data. Dengan hanya
mempertahankan fitur-fitur inti pada
keduanya, Facebook menyajikan
aplikasi yang meskipun ringan, tetap
dapat dinikmati oleh para
penggunanya dengan baik
sebagaimana mereka menikmati
aplikasi utama Facebook maupun
Messenger.
Line Lite
Aplikasi terakhir pada daftar yang
penulis kemukakan kali ini datang
dari penyedia layanan Internet dari
Jepang, Naver Corp., yaitu LINE.
LINE adalah fenomena tersendiri bagi
pengguna Internet di Indonesia.
Dengan pengalaman perpesanan yang
unik dan berbeda dari para
pesaingnya, LINE hadir sebagai
alternatif media sosial yang
digandrungi oleh kaum muda
perkotaan.
Belum lagi penambahan fitur-fitur
media sosial yang menjadikan LINE
yang awalnya adalah aplikasi
perpesanan, mulai dapat bersaing di
ranah media sosial yang masih
didominasi oleh Facebook.
Namun dengan penjejalan berbagai
macam fitur di luar fitur inti
perpesanan, aplikasi LINE jadi
memakan banyak tempat pada ponsel
pengguna. Untuk itulah kemudian,
LINE turut pula menghadirkan versi
ringan dan hemat dari aplikasinya
LINE Lite hanya menawarkan fitur inti
dari LINE, yaitu perpesanan dan
panggilan. Dengan itu, LINE Lite
memangkas besaran memori
aplikasinya hingga tidak lebih dari 5
MB. Bandingkan dengan aplikasi
utama LINE yang memakan memori
hingga 70 MB.
Demikianlah 5 aplikasi ringan dan
hemat yang akan membuat ponsel
pintarmu lebih enteng dan
menghemat kuota datamu.
Mana saja dari aplikasi ini yang
sudah Kamu coba? Tulis
tanggapanmu di kolom komentar.
Share this