Ingin Ponselmu Lebih Ringan dan Kuotamu Lebih Hemat? 5 Aplikasi Ini Wajib Kamu Coba!

Internet telah menjadi kebutuhan utama bagi lebih dari separuh warga Dunia. Tidak terkecuali bagi negara berkembang seperti di Indonesia.

Namun sayangnya, penetrasi Internet yang sedemikian cepat itu tidak begitu diimbangi dengan peningkatan infrastruktur jaringan. Sehingga masih banyak kendala yang mengemuka bagi para pengguna internet di Indonesia.

Dalam menggunakan Internet, warga negara Indonesia mengandalkan perangkat bergerak (gadget mobile ) sebagai penyedia utama layanan Internet bagi mereka. Dengan dukungan sistem operasi pintar, masyarakat dapat menikmati anugerah Internet melalui berbagai macam aplikasi.

Sebagai suatu negara berkembang, rata-rata pengguna Internet dari ponsel pintar di Indonesia masih berada pada level bawah. Dalam artian menggunakan ponsel pintar kelas menengah ke bawah dalam interaksi sehari-hari dengan Internet.

Seiring dengan semakin berkembangnya aplikasi penyedia layanan Internet, seperti Google, Facebook, dll., para pengguna ponsel pintar kelas menengah ke bawah yang banyak terdapat di Indonesia ini mulai kesulitan. Hal itu karena pembaharuan aplikasi yang semakin lama semakin berat. Baik dari segi penggunaan performa ponsel pintar, maupun penggunaan paket data sebagai akses jaringan internet.

Alhasil aplikasi-aplikasi tersebut menjadi beban berat bagi ponsel pengguna dan juga menjadi momok menakutkan karena boros paket data dan rakus memori.

Untung saja perusahaan-perusahaan Internet besar turut memberi perhatian khusus bagi isu ini. Hal ini karena mereka melihat pangsa pasar potensial dari pengguna Internet di negara-negara berkembang. Salah satunya Indonesia. Untuk itu, mereka pun merilis versi aplikasi yang lebih ringan dan hemat dari aplikasi utama mereka.

Berikut penulis hadirkan 5 aplikasi versi ringan dan hemat dari aplikasi- aplikasi penyedia layanan Internet utama.

Google Go

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Google bagi sebagian besar orang adalah inti dari Internet itu sendiri. Bahkan beberapa pengguna awam akan mengidentikkan Internet dengan Google. Padahal, sebagai mesin pencari, Google bukanlah pemain tunggal.

Terlebih dengan adanya sistem operasi ponsel pintar Android di bawah naungan Google yang menjadi primadona di kalangan pengguna Internet pemula karena harganya yang murah. Tidak heran jika kemudian Google tertanam secara bawaan pada ponsel pintar Android.

Namun semakin hari aplikasi Google semakin berat. Semakin memakan banyak memori karena berjalan hampir terus menerus dan juga boros penggunaan kuota data. Hal ini tentu mengkhawatirkan para pengguna Internet pada ponsel pintar kelas menengah ke bawah. Meskipun begitu ada perasaan berat hati jika harus menghapus aplikasi Google karena manfaatnya yang sangat besar dan mengikat para pengguna.

Demi menjawab dan menghilangkan kekhawatiran itu, Google baru-baru ini merilis aplikasi alternatif bernama Google Go. Aplikasi ini merupakan aplikasi versi lebih ringan dan hemat kuota data dari aplikasi Google. Pengguna dapat menikmati fitur inti dari Google untuk mencari berbagai macam hal di Internet, namun dengan kelebihan di mana aplikasinya lebih ringan dan hemat.

YouTube Go

Sejalan dengan aplikasi Google, YouTube yang masih merupakan penyedia layanan Internet di bawah Google, juga menjadi layanan utama yang pengguna Internet cari. YouTube adalah penyedia hiburan terdepan di Internet melalui media video.

Aplikasi YouTube juga tertanam secara bawaan bagi pengguna ponsel pintar Android. Namun sebagaimana Google, aplikasi YouTube cukup berat. Di sisi lain aplikasi YouTube juga sangat rakus kuota data berkat konten-konten video yang ada padanya. Para pengguna YouTube kerap kali harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit demi dapat menikmati hiburan yang ditawarkan oleh YouTube.

Bagi pengguna Internet di negara berkembang yang mana kuota data masih sangat mahal harganya, isu ini menjadi kendala tersendiri.

Namun kini para penikmat YouTube dapat bergembira. Mengikuti jejak perilisan Google Go, Google juga akhirnya merilis aplikasi serupa bagi pengguna YouTube dengan nama YouTube Go. Aplikasi ini juga merupakan versi yang lebih ringan dan juga hemat dengan beragam fitur. Salah satunya adalah kemampuan untuk menentukan kualitas video sebelum menonton. Di mana pengguna dapat memilih kualitas video yang lebih rendah, yang tentu saja akan memakan lebih sedikit data, sebelum menikmati videonya.

Facebook Lite

Sebagai penyedia layanan jejaring sosial Internet terbesar, Facebook juga ingin merambah pasar negara berkembang dan meraup pengguna baru dari para pengguna Internet pemula dari negara-negara berkembang itu.

Visi Facebook untuk menghubungkan seluruh manusia di Dunia menjadikan mereka menaruh perhatian besar bagi pengguna Internet di negara-negara berkembang. Di mana jumlah penduduk sangat tinggi dan penetrasi Internet semakin pesat setiap saatnya. Seperti India dan Indonesia.

Salah satu perhatian mereka adalah soal ketersediaan jaringan. Pada negara berkembang seperti Indonesia, masih banyak daerah yang baru bisa menikmati kualitas jaringan 3G baru-baru ini saja.

Beberapa daerah bahkan masih berkutat pada jaringan 2G di saat Dunia sudah menikmati kualitas 4G dan bahkan sebentar lagi akan menuju kepada 5G.

Untuk itu Facebook lantar merilis aplikasi Facebook Lite. Aplikasi yang selain lebih ringan dari aplikasi Facebook, juga mereka klaim jauh lebih hemat data serta dapat bekerja dengan baik pada kondisi jaringan yang lemah dan tidak stabil.

Facebook Lite adalah jawaban Facebook bagi keluhan para penggunanya tentang beratnya aplikasi Facebook dan betapa aplikasi itu begitu boros kuota data.

Messenger Lite

Selain merilis versi ringan dan hemat bagi aplikasi utamanya, Facebook juga merilis versi ringan dan hemat dari aplikasi perpesanannya: Messenger, yang terintegrasi dengan Facebook itu sendiri.

Sebagaimana aplikasi Facebook Lite, Messenger Lite juga diklaim dapat berjalan dengan baik pada kondisi jaringan yang buruk dan tidak stabil.

Hanya saja, karena merupakan versi yang lebih ringan, banyak fitur yang Messenger Lite maupun Facebook Lite pangkas demi membangun aplikasi yang tidak memakan banyak memori dan data. Dengan hanya mempertahankan fitur-fitur inti pada keduanya, Facebook menyajikan aplikasi yang meskipun ringan, tetap dapat dinikmati oleh para penggunanya dengan baik sebagaimana mereka menikmati aplikasi utama Facebook maupun Messenger.

Line Lite

Aplikasi terakhir pada daftar yang penulis kemukakan kali ini datang dari penyedia layanan Internet dari Jepang, Naver Corp., yaitu LINE.

LINE adalah fenomena tersendiri bagi pengguna Internet di Indonesia.

Dengan pengalaman perpesanan yang unik dan berbeda dari para pesaingnya, LINE hadir sebagai alternatif media sosial yang digandrungi oleh kaum muda perkotaan.

Belum lagi penambahan fitur-fitur media sosial yang menjadikan LINE yang awalnya adalah aplikasi perpesanan, mulai dapat bersaing di ranah media sosial yang masih didominasi oleh Facebook.

Namun dengan penjejalan berbagai macam fitur di luar fitur inti perpesanan, aplikasi LINE jadi memakan banyak tempat pada ponsel pengguna. Untuk itulah kemudian, LINE turut pula menghadirkan versi ringan dan hemat dari aplikasinya LINE Lite hanya menawarkan fitur inti dari LINE, yaitu perpesanan dan panggilan. Dengan itu, LINE Lite memangkas besaran memori aplikasinya hingga tidak lebih dari 5 MB. Bandingkan dengan aplikasi utama LINE yang memakan memori hingga 70 MB.

Demikianlah 5 aplikasi ringan dan hemat yang akan membuat ponsel pintarmu lebih enteng dan menghemat kuota datamu.

Mana saja dari aplikasi ini yang sudah Kamu coba? Tulis tanggapanmu di kolom komentar.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Categories

Posts Terbaru

About

Popular today