Kemarin, kita mendapat berita tentang
Dolores O’Riordan, vokalis band The
Cranberries yang meninggal karena
menderita bipolar. Kasus bipolar
tersebut bukanlah hal langka, karena
sudah cukup banyak yang mengalami
bipolar. Kebanyakan dari kita suka
menganggap bipolar sebagai hal yang
biasa, padahal gangguan mental
seperti ini sangatlah serius dan harus
ditangani.
Perubahan suasana hati secara drastis
Perubahan suasana hati penderita
bipolar terjadi secara drastis.
Misalnya saat sedang sedih, tiba-tiba
bisa berubah jadi bahagia. Terdapat
dua episode dalam bipolar, yaitu
episode mania (fase naik) dan
depresi (fase turun). Nama lain dari
bipolar adalah manik depresif.
Perputaran suasana hati pada
penderita bipolar, ada yang
mengalami keadaan normal di antara
mania dan depresi, ada yang
mengalami perputaran cepat dari
mania ke depresi atau sebaliknya
tanpa ada periode normal ( rapid
cycling ). Bahkan, ada juga yang
mengalami periode manik dan
depresi secara bersamaan. Gejala
tersebut dinamakan periode
campuran.
Ciri-ciri gangguan bipolar
Episode manik
Perilaku bipolar bisa menyerang
seseorang selama beberapa jam,
hari, atau minggu. Perilaku mereka
yang tidak terkendali menyebabkan
mereka tidak bisa melakukan
aktivitas sehari-hari. Bahkan untuk
beberapa kasus, penderita harus
dilarikan ke rumah sakit. Inilah yang
terjadi pada episode manis dengan
ciri-ciri berikut.
- Merasakan kegembiraan yang
meluap-luap.
Tidak bisa diam dan harus terus
bergerak.
- Bicaranya cepat sekali hingga
sulit dipahami.
- Tidak bisa tidur dan nggak
mengantuk di malam hari, tapi
ketika pagi hari nggak merasa
ngantuk sama sekali.
- Bisa bertingkah sembrono di luar
akal sehat, misal bertengkar,
melakukan hubungan seksual
dengan orang asing tanpa
kondom, mengundurkan diri dari
pekerjaan, mabuk, berkendara
ugal-ugalan, dan lain-lain.
- Tidak bisa membedakan mana
yang nyata dengan yang hanya
ada di pikirannya.
- Lebih waspada terhadap
sekelilingnya, mulai dari barang
jatuh, suara, atau sentuhan.
Episode depresi
Sedangkan pada episode depresi,
penderita akan menunjukkan rasa
sedih dan putus asa yang tidak
wajar. Ciri-cirinya sebagai berikut.
- Kehilangan minat pada kegiatan
yang tadinya dinikmati.
- Menarik diri dari lingkungan dan
orang terdekat.
- Bicara sangat lambat, kadang
seperti orang sedang melantur.
- Tiba-tiba kehilangan energi
secara drastis. Biasanya nggak
meninggalkan tempat tidur hingga
berjam-jam atau berhari-hari.
- Mengalami gangguan daya ingat,
konsentrasi, dan nalar.
- Terobsesi terhadap kematian dan
ingin bunuh diri.
- Perubahan pola makan secara
drastis, bisa nafsu makan
meningkat atau menghilang.
- Terus-menerus merasa bersalah
dan tidak berguna.
Penyebab bipolar
Banayk yang berpendapat bipolar
disebabkan oleh ketidakseimbangan
neurotransmitter atau zat pengontrol
fungsi otak. Ada juga yang
berpendapat bahwa bipolar berkaitan
dengan faktor genetik (keturunan).
Dan masih ada beberapa faktor yang
menyebabkan seseorang terserang
bipolar, yaitu mengalami stres berat,
juga kecanduan alkohol dan obat-
obatan terlarang.
Cara mengatasi bipolar
Gangguan bipolar kemungkinan besar
akan diderita seumur hidup. Oleh
karena itu, dukungan dari keluarga
dan sahabat sangat dibutuhkan.
Mereka sangat sulit untuk meminta
dukungan, jadi kitalah yang harus
peka dengan keadaan mereka. Mulai
dengan menjadi pendengar yang baik,
tidak menghakimi perbuatan atau
keadaan mereka, sampai menjadi
teman di suka maupun duka.
Sehingga, mereka bisa bersosialisasi
secara normal dengan orang sekitar.
Penderita bipolar sebaiknya
menghindari minum alkohol,
melakukan gaya hidup sehat, dan
rutin melakukan aktivitas di luar
rumah dan sering terkena sinar
matahari. Juga jangan lupa
berkonsultasi dengan dokter, karena
dokter akan memberikan obat-obatan
yang cocok untuk diminum penderita.
Share this