Yakin Kunyit yang Anda Konsumsi Berkhasiat?


Warna kuning dan aroma khas sangat melekat dengan rimpang yang satu ini, kunyit. Adalah kurkumin, suatu pigmen (zat warna) yang bertanggung jawab terhadap penampakan unik tersebut.


Berdasarkan beberapa penelitian, kurkumin merupakan substansi aktif utama dalam rimpang kunyit. Pigmen ini berpotensi sebagai agen anti- tumor serta anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat. Namun, kurkumin paling banyak digunakan untuk bantu atasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan inflamasi. Perlu kita ketahui bahwa inflamasi akut (jangka pendek) sangat penting bagi tubuh. Kondisi ini berperan dalam mencegah serangan patogen dan membantu memperbaiki jaringan yang rusak.


Sebaliknya, pada inflamasi kronis (jangka panjang) sel darah putih justru menyerang jaringan atau organ tubuh yang sehat. Inflamasi ini disinyalir sebagai penyebab berbagai penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, depresi, gangguan metabolisme, Alzheimer, dll. (1) .



Bertahun-tahun para peneliti mencari faktor dalam tubuh yang berperan penting dalam proses inflamasi. Lalu, ditemukanlah NF-kB, suatu protein yang dipercaya bertanggung jawab terhadap proses ini.


Hingga kini, peneliti pun masih mencari senyawa/agen obat yang membidik NF-kB sebagai targetnya. Salah satu senyawa yang menjadi perhatian adalah kurkumin yang berdasarkan penelitian dapat menghambat pengaktifan NF-kB (2,3) .


Untuk mendapatkan manfaat kurkumin, tentunya senyawa ini harus berada dalam darah, bukan? Jadi, penyerapan kurkumin secara sempurna di usus sangatlah penting.


Sayangnya, kurkumin sangat lambat diserap tubuh dan mudah diubah oleh suatu enzim menjadi kurkumin glukuronida di usus. Walaupun sama- sama diserap tubuh, kurkumin glukuronida punya efek yang lebih lemah dibandingkan kurkumin (4) .



Konsumsi 4 gram kurkumin mungkin tidak akan menimbulkan efek apapun. Bahkan, asupan 8-16 gram kurkumin belum cukup untuk menimbulkan efek. Apalagi kunyit (mengandung 22,21-40,36 mg kurkumin/gram kunyit) yang selama ini kita konsumsi mungkin tidak memberikan manfaat optimal, selain hanya menjaga kesehatan usus (5) .


Salah satu cara untuk mendapatkan jumlah kurkumin yang cukup di darah adalah dengan mengonsumsi suplemen kurkumin. Tapi, bukan sembarang suplemen, lho! Hanya suplemen dengan formulasi tertentu yang dapat meningkatkan penyerapan kurkumin di usus.


Dengan teknologi formulasi di bawah ini, konsumsi 80-500 mg kurkumin pun sudah dapat menimbulkan efek:


  • Kombinasi kurkumin dengan piperidin dari lada hitam: piperidin dapat menghambat enzim yang menyerang kurkumin.
  • Kombinasi 20 mg piperidin dan 2 gram kurkumin dapat meningkatkan penyerapan kurkumin di usus hingga 20 kali lipat. Luar biasa, bukan? Kompleks kurkumin- fosfatidilkolin (Meriva atau BCM-95): kurkumin dimasukkan ke dalam kendaraan yang disebut fitosom. Kendaraan ini mencegah kurkumin dari serangan enzim dan membantu kurkumin untuk menembus sel usus.
  • Emulsi nanopartikel kurkumin (Theracurmin): nanopartikel merupakan kendaraan berukuran nano yang dapat membawa kurkumin menembus sel usus.
  • Formula kurkumin dengan polivinil pirolidon (polyvinyl pyrrolidone/PVP): senyawa kurkumin sulit larut dalam air sehingga cenderung berkelompok satu sama lain. Tahukah Anda? Hanya senyawa kurkumin mandiri yang larut air yang mudah diserap usus. PVP dalam hal ini berfungsi agar kurkumin lebih larut dalam air.


Nah, sekarang kita sudah tahukan bahwa dengan bantuan sains dan studi ilmiah, manfaat herbal bisa dioptimalkan! Semoga bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Categories

Posts Terbaru

About

Popular today