Waspadalah! Sikat Gigi Model Ini Yang Bikin Mulut Tidak Sehat

Sudah menjadi kebiasaan, menggosok gigi menjadi kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Setiap hari kita dianjukan menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur. Menggosok gigi adalah kebutuhan wajib bagi setiap orang. Sikat gigi berguna untuk membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan dan menjaga kesehatan gigi, gusi dan juga area mulut lainnya.

Setelah kita menggosok gigi sesudah makan dan sebelum tidur, apakah sudah dipastikan bahwa gigi kita dalam kondisi bersih? Jawabannya tidak. Karena bakteri yang ada di dalam mulut kita bukan hanya bersumber dari sisa-sisa makanan yang menempel pada sela gigi. Namun bakteri tersebut juga bisa datang dari sikat gigi yang digunakan. Guna menghidari bakteri yang berasal dari sikat, maka kita dianjurkan mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali.

Ternyata mengganti sikat gigi secara berkala merupakan hal penting untuk mendukung kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Jika sikat gigi yang kita miliki terdapat warna pada bulu sikatnya dan menemukan warnanya memudar, itu tandanya kita harus mengganti sikat gigi dengan sikat gigi yang baru.

Yang menjadi masalahnya adalah, banyak orang tidak memerhatikan kapan waktunya harus mengganti sikat gigi yang dipakai. Saat acara Formula untuk Indonesia di Jakarta, Jumat (12/6) Melanie S. Djamil, profesor sekaligus dokter gigi mengungkapkan kepada CNN Indonesia bahwa sikat gigi sebaiknya diganti per tiga bulan sekali.

Bulu sikat yang sudah mulai menyebar dan kasar juga menjadi ciri bahwa sikat tersebut sudah perlu diganti, apabila kita terus memakai sikat gigi tersebut akan terasa tidak nyaman dan berbahaya karena dapat melukai gusi pada saat proses pembersihan gigi oleh bulu sikat yang kasar. Kita tidak mungkin mengantikan peran penting sikat gigi dengan jari ataupun benda lainnya.

Oleh sebab itu sikat gigi merupakan komponen penting dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Untuk memastikan sikat gigi dalam kondisi baik digunakan dan menjamin kesehatan, maka kita perlu menghindari hal-hal berikut ini pada sikat gigi.

1. Hindari penggunaan sikat gigi yang melebihi 3 bulan sejak pertama kali digunakan

Jika kita males mengingat berapa lama sikat gigi yang masih kita gunakan, gunakan cara manual saja untuk memastikan bahwa sikat yang kita gunakan masih layak atau tidak, yaitu dengan cara melihat bagian dalam (pangkal bulu sikat) biasanya pada bagian pangkat tersebut terdapat banyak kotoran, tentunya jika sikat gigi tersebut sudah lama digunakan. Jangan sampai niat kita membersihkan gigi dengan cara menyikat ternyata malah sikat tersebut membawa bakteri masuk kemulut kita.

2. Jangan gunakan sikat dengan bulu sikat yang sudah tidak lurus, renggang atau bahkan patah

Selain sudah tidak nyaman digunakan, bulu sikat yang sudah tidak lurus, renggang, dan bahkan patah bisa saja melukai bagian mulut kita. Jika sikat gigi yang kita gunakan sudah seperti ini kondisinya, maka segeralah ganti dengan yang baru.

3. Hentikan kebiasaan menaruh sikat gigi satu wadah dengan sikat milik orang lain

Hal ini mungkin pernah dialami oleh Kita ketika menaruh sikat gigi di kamar mandi menjadi satu wadah dengan milik penghuni rumah lainnya, walaupun saat kita menggosok gigi menggunakan sikat yang diyakini milik kita, tapi itu juga tidak menjamin sikat yang digunakan akan steril karena ditaruh dengan banyak sikat yang lain. Hal ini terindikasi ada pertukaran bakteri dari sikat-sikat yang ada dalam satu wadah tersebut.

"Pada dasarnya hal tersebut membuat bakteri yang ada di kedua sikat gigi saling bertukar tempat. Ini berisiko menularkan penyakit yang mungkin dimiliki oleh orang lain tersebut," ujar Carolyn Taggart- Burns, DDS, ahli dari Academy of General Dentistry.

Gunakanlah sikat gigi pribadi. Tidak peduli seberapa dekat kita dengan sesama penghuni rumah, adik, saudara, pasangan, atau teman sekamar, jangan pernah menggunakan sikat gigi mereka. Jangan menyimpan sikat gigi kita dalam cangkir yang sama dengan kuas orang lain. Setiap kali sikat gigi bersentuhan, mereka bisa bertukar kuman.

Semoga Bermanfaat

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Categories

Posts Terbaru

About

Popular today