Sebuah penelitian
terbaru menghasilkan sebuah fakta
mengejutkan tentang salah satu
penyakit yang kerap kita derita, yakni
sakit flu atau influenza. Bagaimana
tidak, jika kita terkena sakit flu tahun
ini, bisa jadi penyakit ini lebih
berbahaya dan lebih sulit untuk
disembuhkan dari flu yang
menyerang di tahun-tahun
sebelumnya.
Dilansir doktersehat.com, Centers for
Disease Control and Prevention,
badan pencegahan dan pengendalian
penyakit dari Amerika Serikat
menyebutkan bahwa virus penyebab
flu di tahun 2017 dan 2018 sepertinya
lebih agresif sehingga bisa
menyerang korban lebih banyak, tak
hanya di Amerika Serikat saja, namun
di negara-negara lain, termasuk
Indonesia. Para ahli dari organisasi
tersebut bahkan menyarankan setiap
orang untuk mendapatkan suntikan
pencegahan flu agar tidak sampai
terserang penyakit ini.
Kebanyakan orang menganggap flu
sebagai penyakit yang ringan dan
bisa sembuh secara alami asalkan
memperbanyak asupan air putih dan
beristirahat. Karena alasan ini
pulalah sangat jarang orang berobat
ke puskesmas atau rumah sakit
hanya gara-gara penyakit ini.
Jika penyakit ini sudah menyerang
dengan cukup parah sekalipun, obat
yang dibeli biasanya adalah yang
sudah tersedia di warung-warung,
bukannya di apotek. Yang menjadi
masalah adalah, kadangkala kita
justru membeli antibiotik untuk
mengatasi flu. Padahal, antibiotik
ditujukan untuk melawan infeksi
bakteri, bukannya virus yang menjadi
penyebab flu.
Pakar kesehatan menyebut anak
kecil, ibu hamil, orang tua dengan
usia lebih dari 65 tahun, dan mereka
yang berada dalam kondisi kesehatan
tertentu rentan untuk terkena flu
sehingga harus pandai-pandai
menjaga daya tahan tubuh tetap kuat
agar tidak sampai terkena penyakit
ini mengingat kemampuannya dalam
mengganggu aktifitas sehari-hari.
Share this