Apakah Sarapan Nasi Harus Dihindari?

Seorang kawan orang asing pernah bertanya penuh rasa takjub saat melihat suami makan pagi sepiring nasi goreng, "Serius Kamu makan berat seperti ini di pagi hari?"



Hal itu wajar karena memang sebagian besar dari mereka mengartikan makan berat itu hanya sekali sehari, yaitu di siang hari. Selebihnya untuk pagi dan malam, mereka memilih makanan yang lebih sederhana namun cukup kalori seperti roti, donat, salad dan sandwich.


Karena itu, saya jadi bertanya-tanya apakah sarapan dengan nasi itu berlebihan bagi tubuh seperti yang ditanyakan oleh kawan saya itu?


Dilansir situs manfaat.co.id beberapa manfaat dari nasi. Diantaranya adalah sebagai sumber energi. Karbohidrat dan kalori dari nasi merupakan sumber tenaga terbesar yang tidak tergantikan. Perlu diingat nasi ini bebas lemak dan kolesterol sehingga baik untuk pertumbuhan dan dimasukkan dalam menu diet seimbang.


Diet tetap perlu karbohidrat? Tentu! Menghindari karbohidrat, terutama saat sarapan, ternyata tidak menjadikan diet menjadi mulus. Dengan perut yang kosong, maka tubuh tidak mendapatkan energi secara optimal untuk beraktifitas. Ketika kelaparan, mekanisme alami tubuh akan membatasi jumlah kalori yang dibakar. Akibatnya metabolisme melambat dan membuat penurunan berat badan sulit terjadi, seperti dilansir kompas.com (27/8/2017).



Situs yang sama pun melansir, banyaknya porsi nasi yang sebaiknya dikonsumsi saat sarapan. Dari kebutuhan total karbohidrat yang diperlukan oleh tubuh, porsi karbohidrat sehari adalah 45 - 60 persennya. Saat sarapan, cukup ambil 20 persen tadi. Jika diambil rata-rata dari kebutuhan misalnya 2000 kalori per hari, maka cukup seporsi nasi, atau setangkup roti tawar, cukup untuk menu sarapan di pagi hari.


Selain membantu untuk diet, makan nasi di pagi hari pun membantu di kala hal-hal berikut ini terjadi:


1. Hendak bepergian


Ketika akan bepergian lama dan jauh sehingga berpotensi telat untuk makan siang, saya selalu memberikan menu nasi untuk sarapan keluarga. Pasalnya, efek kenyang nasi yang lebih lama akan membantu Kami seandainya sulit mendapat tempat makan siang.



2. Sakit


Dalam keadaan sakit, badan perlu kalori lebih banyak untuk pemulihan. Karena itu mengonsumsi nasi, misalnya dalam bentuk bubur ayam, bisa jadi pilihan. Dilansir situs nova.grid.id (21/1/2015), penderita maag sangat dianjurkan untuk sarapan sebelum beraktifitas. Sangat tidak dianjurkan lambung kosong setelah 8 jam istirahat di malam hari. Menu nasi merah dengan capcay dan omelet tanpa lada dan rempah disarankan untuk sarapan.


3. Sekolah


Meski anak sudah dilengkapi dengan bekal makan siang lengkap untuk di sekolah, beberapa anak memilih untuk main dan tidak menghabiskan bekalnya. Sehingga dia pulang dengan keadaan sangat lapar karena menunda makan. Untuk menantisipasi hal ini, memberi porsi nasi putih dan lauk pauk sederhana bisa sebagai bekal aktifitas sekolah hingga siang hari.


Ternyata tidak hanya Kita, orang Indonesia, yang memasukkan nasi sebagai menu sarapan. Nasi putih pun menjadi pilihan pokok sarapan orang Jepang. Sebagai teman nasi, mereka menambahkan telur mentah dan saos soya dalam semangkuk nasi, yang biasa disebut Tamago Kake Gohan, seperti dilansir situs food.detik.com (16/10/2015)



Demikian manfaat nasi sebagai teman sarapan. Sekarang tidak perlu lagi merasa kuatir jika ingin mengonsumsi nasi di pagi hari. Pilihan nasi untuk diet pun bisa disesuaikan sesuai kebutuhan dan jenisnya, seperti nasi merah, nasi coklat atau hitam. Selama dalam perhitungan yang tepat konsumsi nasi akan sangat bermanfaat bagi tubuh.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Categories

Posts Terbaru

About

Popular today