Flek paru-paru atau yang disebut
dengan TBC paru dalam istilah
kesehatan merupakan salah satu
masalah infeksi yang banyak
ditemukan di negara kita.
Tuberculosis (TBC) paru
merupakan infeksi kronis yang
disebabkan oleh kuman
Mycobacterium tuberculosis yang
menyerang jaringan paru-paru
manusia. Penyakit tuberculosis ini
dapat menular dengan mudahnya
jika penderita yang terinfeksi
sering batuk di depan anda tanpa
menutup mulutnya. Penyebaran
yang cepat inilah yang menjadi
alasan mengapa World Health
Organization (WHO) badan
kesehatan dunia menempatkan
penyakit ini sebagai salah satu
masalah darurat di dunia.
Negara kita Indonesia sendiri
masih menduduki urutan ketiga
untuk jumlah kasus penyakit TBC
paru terbanyak di dunia setelah
India dan China. Melihat kondisi
ini untuk menurunkan jumlah
kasus TBC paru dan meningkatkan
angka penyembuhannya kita perlu
mengetahui sejumlah informasi
mengenai penyakit ini. Di dalam
artikel ini kami menyajikan
sejumlah informasi mengenai
tanda dan gejala, pemeriksaan
penunjang dan terapi flek paru-
paru secara singkat!
Berbagai Informasi tentang
Penyakit Flek Paru-Paru
(Tuberculosis Paru)
Penyakit flek paru-paru bisa menyerang siapa saja dan masih menjadi momok bagi dunia kesehatan negara kita, namun tidak perlu khawatir karena penyakit TBC paru ini merupakan salah satu penyakit infeksi yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang teratur. Penularannya juga dapat dicegah jika penderitanya mengetahui bagaimana cara untuk tidak menularkan penyakit itu. Untuk lebih jelasnya mari kita simak sejumlah informasi berikut ini mengenai penyakit flek paru-paru! Tanda dan Gejala Flek Paru-Paru Informasi pertama yang akan kami bagikan adalah mengenai tanda dan gejala penyakit kronis ini, pentingnya mengetahui tanda dan gejala tuberculosis paru dapat membuat penderitanya cepat terdiagnosis dan bisa mendapatkan terapi secepatnya. 1. Batuk lama Gejala pertama dan cukup sering dikeluhkan oleh penderita flek paru-paru adalah batuk-batuk yang lama (batuk-batuk selama 3 minggu atau lebih). Banyak penyakit yang berhubungan dengan paru-paru memiliki gejala berupa batuk, contohnya seperti kanker paru-paru, paru-paru basah, dan juga flek paru-paru ini. Gejala batuk yang dialami oleh pasien flek paru-paru diakibatkan oleh iritasi bronkus (salah satu cabang besar dari trakea yang dilalui udara menuju dan dari paru-paru manusia). Gejala batuk pada flek paru-paru ini bisa saja tidak terjadi jika penyakitnya belum mengiritasi bronkus. Gejala batuk yang dialami penderita tuberculosis ini bisa berupa batuk berdahak biasa ataupun batuk berdarah jika kondisi sudah parah, akan tetapi perlu diingat bahwa tidak semua batuk berdarah disebabkan oleh infeksi tuberculosis paru sehingga anda tetap perlu melakukan pemeriksaan guna memastikannya. 2. Sesak nafas Gejala berikutnya dari flek paru- paru yang sering dikeluhkan oleh penderitanya adalah sesak nafas, dimana keluhan ini menunjukan perkembangan penyakit yang dialami sudah menyebar hampir di seluruh paru-paru dan mengganggu fungsi paru untuk bernafas. Selain itu sesak nafas bisa merupakan tanda bahwa terdapat peradangan pada selaput pembungkus paru-paru yang disebut pleura. Radang pada pleura oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis cukup sering terjadi dan termasuk dalam gejala ekstra paru (gejala di luar paru-paru) pada tuberculosis. Jika tuberculosis terjadi pada pleura, maka penyakitnya dikenal dengan pleuritis tuberculosa dimana selain sesak nafas pasien juga bisa mengeluhkan nyeri dada saat bernafas pada bagian paru- paru yang mengalami pleuritis tuberculosa. 3. Demam Gejala selanjutnya yang sering dikeluhkan adalah demam (panas badan), namun gejala demam yang dirasakan oleh penderita flek paru-paru adalah demam subfebris (demam dengan peningkatan suhu yang tidak terlalu tinggi, hanya berkisar antara 37,3-37,9◦C). Demam pada pasien flek paru-paru merupakan gejala umum penyakit infeksi pada tubuh manusia, sehingga tidak bisa dijadikan penegakan diagnosis pada penyakit flek paru ini. Demam yang dialami oleh penderita tuberculosis sering disertai dengan keringat malam yang sangat mengganggu saat sedang tidur. 4. Penurunan berat badan Gejala sistemik yang juga sering dikeluhkan oleh penderita flek paru-paru adalah penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Penurunan berat badan merupakan efek dari perkembangan penyakit yang terjadi terus-menerus (kronis) di dalam tubuh penderitanya, selain itu penderita flek paru-paru sering kali merasa tidak bertenaga dan nafsu makan mereka juga menurun yang tentu akan mempengaruhi berat badan. Sejumlah Pemeriksaan Penunjang yang Perlu Dilakukan Setelah tadi kita menyimak mengenai beberapa gejala yang bisa dialami oleh penderita tuberculosis, di bawah ini kita akan melanjutkan informasi mengenai sejumlah pemeriksaan penunjang klinis untuk menegakkan diagnosis penyakit ini.
- Pemeriksaan bakteri
- Pemeriksaan radiologis
- Tes uji Tuberkulin
- Pemeriksaan darah
Informasi terakhir yang akan kami bagikan kepada para pembaca sekalian adalah tentang pengobatan tuberculosis ini. Seperti sudah disebutkan sebelumnya penyakit flek paru- paru merupakan penyakit yang bisa disembuhkan asalkan penderitanya teratur mengkonsumsi obat. Pengobatan penyakit tuberculosis memang membutuhkan waktu yang lama, berkisar antara 6 hingga 9 bulan, tergantung pada kategori penyakit yang diderita. Pengobatan tuberculosis juga membutuhkan kombinasi obat- obatan untuk memusnahkan bakteri di dalam paru-paru anda, sehingga penderitanya sering kali ketakutan untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan sekaligus. Akan tetapi tidak perlu khawatir saat ini sudah ada obat yang diracik menjadi 1 jenis obat saja untuk pengobatan flek paru- paru ini. Di dalam obat ini sudah terkandung 4 jenis obat tuberculosis dengan dosis tertentu yang pemberiannya akan diatur oleh tenaga kesehatan karena harus disesuaikan dengan berat badan penderitanya. Pengobatan tuberculosis biasanya meliputi 5 jenis OAT (Obat Anti Tuberculosis) yakni Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, Etambutol dan Streptomisin (diberikan melalui suntikan). Masing-masing pengobatan ini memiliki sejumlah efek samping seperti perubahan warna air seni menjadi merah (bukan berdarah), nyeri sendi, kesemutan dan juga masalah liver sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Demikianlah sejumlah informasi yang bisa kami bagikan kepada pembaca sekalian mengenai tanda dan gejala, pemeriksaan penunjang dan juga terapi flek paru-paru. Pentingnya pemeriksaan dokter dalam menegakkan diagnosis tuberculosis akan membantu agar pengobatan bagi penderitanya bisa lebih cepat diberikan sehingga tidak timbul komplikasi yang lebih buruk. Akhir kata, semoga artikel mengenai flek paru-paru ini berguna untuk menambah wawasan kita semua.