Memiliki mental usaha dianjurkan
sekalipun membangun usaha kecil.
Hal ini karena tidak ada jaminan
berhasil dalam membangun usaha,
apalagi bagi pemula. Bahkan, ada
usaha yang sudah terbangun
dengan modal besar, tetapi hanya
dalam waktu 6 bulan, usaha sudah
hancur ketika belum mendapat
keuntungan melimpah. Bagaimana
mental tidak akan melemah bahkan
memburuk sampai mengakibatkan
gila bila modal besar yang sudah
dikeluarkan tidak membuahkan
hasil bahkan hutang?
Memang, patut diakui bahwa mental
adalah pondasi. Mampu
menghasilkan uang miliaran dalam
satu bulan memang bagus. Tetapi
masih jauh lebih penting bila
memiliki mental yang mampu
menghadapi utang miliaran. Banyak
orang berhasil bangkit dari hutang-
hutang besar, sampai akhirnya
mampu membangun usaha kembali
yang langgeng dan sampai melekat
di hati masyarakat. Hal itu semata-
mata karena memiliki mental baja
untuk bangkit dari keterpurukan.
Jadi, harga mahal yang tidak bisa
dibeli dimanapun dengan uang
berapa pun adalah mental usaha
yang hebat. Tanpa ada mental
usaha, tidak ada perusahaan-
perusahaan raksasa.
Artikel terkait:
Dua Cara Peluang Usaha Kecil Tanpa Ribet Yang Perlu Anda Tahu
Lalu bagaimana tips membangun
mental usaha yang terbaik? Berikut
tata cara membangun mental usaha
yang kuat dan terbaik untuk
membangun usaha sampai skala
besar.
1. Lakukan Tindakan Kecil
Membangun
Membangun mental usaha bukan
berarti seperti penggelembungan
balon besar namun bila terjadi
tusukan bisa meledak. Bukan
seberti itu. Artinya tidak usah
berupaya membesarkan dada untuk
membangun mental usaha terbaik.
Biasanya teknik ini dilakukan
sebagian motivator yang terkesan
memaksa untuk bertindak di luar
zona nyaman dan aman.
Alangkah baiknya membangun
mental usaha terbaik adalah
dengan menempuh tindakan-
tindakan kecil namun yang
membangun. Ibaratnya seperti
tubuhnya biji pohon yang pelan
namun pasti sampai akhirnya tidak
terasa berhasil membesar.
Bagaimana contoh riilnya? Contoh
riilnya adalah berawal dari
membangun pengetahuan seputar
usaha. Salah besar bila anda
melangkah usaha tanpa
pengetahuan. Salah. Salah satu
kesalahannya adalah tidak bisa
membantu menguatkan mental
anda. Sebagai contoh anda
berkeinginan merekrut tim usaha,
tetapi tidak bisa melakukan hal itu.
Kira-kira, bagaimana perasaan
anda bila memaksakan diri dengan
cara bodoh untuk merekrut tim?
Saya kira, mental terbaik ada pada
orang yang memiliki pengetahuan
merekrut tim.
Tindakan kecil yang membangun
lainnya adalah berupaya untuk
membangun usaha semampunya
sekalipun hanya berjualan pulsa
keliling, tanpa konter. Jangan
sekali-kali membangun usaha di
luar kemampan yang biasa
dilakukan oleh sebagian orang yang
jadi korban ucapan motivator
usaha. Mereka membangun usaha
yang di luar kemampuannya
sebagai cara berpikir besar.
Berpikir besar justru dianjurkan
namun tindakan besar yang di luar
kendali bukan hal yang dianjurkan.
Pada intinya adalah jangan
meremehkan usaha kecil yang
memiliki sifat membangun.
2. Menguatkan Fisik
Ini sangat penting dalam
membangun kekuatan mental
usaha. Jangan meremehkan
kekuatan fisik dalam menjalankan
usaha. Banyak sekali proyek gagal
hanya karena lesu menghadapi
kenyataan. Lesu seperti itu bisa
jadi karena fisik yang sebagai
penopang gerakan mengalami
kondisi yang tidak sehat. Semakin
besar proyek usaha yang akan
dibangun, maka kekuatan fisik
harus semakin kuat juga. Mengapa?
Karena akan banyak pikiran yang
membuat badan bisa saja sakit bila
kondisi fisik tidak sepadan dengan
proyek usaha yang dibangun. Bila
fisik sudah lemah, salah satunya
pikiran sudah merasa lelah
berpikir, maka mental pun akan ikut
lemah. Hal ini pun sepadan dengan
pernyataan, “Di dalam tubuh yang
sehat terdapat jiwa yang kuat”.
3. Konsistensi Mempertahankan Mental Usaha Terbaik
Pisau setajam apapun kalau tidak
pernah diasah ulang, maka akan
berkurang ketajamannya. Pesilat
sejago apapun kalau sudah lama
tidak berlatih akan berkurang
kejagoannya. Begitu juga usaha,
bila berhenti dari memikirkan
usaha, entah karena malas atau
bagaimana, maka akan berkurang
juga mental usaha terbaiknya.
Jangan berhenti, tetap konsisten
mempertahankan mental bisnis.
Share this