Mengetahui batas normal gula
darah sangat penting terutama
apabila Anda seorang penyandang
diabetes. Setiap kali Anda
menjalani tes untuk mengetahui
kadar gula darah Anda, catatlah
hasilnya bersama dengan tanggal
dan jam tes tersebut dilakukan.
Catat pula apa yang Anda makan
sebelum Anda menjalani tes
tersebut, obat apa yang sedang
Anda konsumsi saat ini dan
berapa banyak dosisnya, serta
apa olahraga yang sedang Anda
tekuni saat ini dan seberapa
sering/lama Anda melakukan
olahraga tersebut.
Mendokumentasikan hal-hal
tersebut dengan baik akan
membantu tenaga kesehatan yang
menangani Anda dalam
menentukan terapi yang tepat, atau
untuk melihat apakah terapi yang
tengah Anda terima tergolong
efektif atau tidak.
Tahukah Anda bahwa terdapat
beberapa macam batas normal
gula darah tergantung pada waktu
pengambilan darah? Kapan kadar
gula darah dalam tubuh kita
dianggap terlalu tinggi? Mengapa
kadar gula darah yang tinggi
berbahaya bagi kesehatan Anda?
Artikel ini ditulis untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Batas Normal Gula Darah yang
Perlu Anda Ketahui
Gula darah atau glukosa
diproduksi dari asupan makanan
yang mengandung karbohidrat,
yang merupakan sumber utama
energi yang diperlukan oleh tubuh.
Untuk membantu tubuh
menggunakan glukosa, terdapat
suatu hormon yang disebut dengan
insulin. Insulin diproduksi oleh
pankreas dan dilepaskan ke dalam
aliran darah ketika kadar glukosa
dalam darah mengalami
peningkatan.
Normalnya, kadar gula darah Anda
akan mengalami peningkatan
setelah makan. Peningkatan kadar
gula darah tersebut memicu
pankreas untuk memproduksi
insulin sehingga kadar gula darah
Anda tidak menjadi terlalu tinggi.
Kadar gula darah yang terlalu
tinggi dapat menimbulkan
kerusakan mata, ginjal, saraf, dan
pembuluh darah. Kadar gula darah
yang tinggi juga dapat
melipatgandakan resiko seseorang
terserang penyakit jantung dan
stroke.
Sayangnya, terdapat satu kondisi
dimana pankreas tidak
memproduksi insulin dalam
jumlah yang cukup. Kondisi ini
disebut diabetes tipe 1. Terdapat
pula kondisi lain dimana tubuh
tidak dapat menggunakan insulin
secara efektif. Kondisi ini disebut
dengan diabetes tipe 2. Pada dua
kondisi tersebut, kadar gula darah
dapat mengalami peningkatan
hingga melebihi batas normal gula
darah. Berikut adalah beberapa
macam batas gula darah yang
normal yang penting untuk
diketahui.
Gula darah puasa
Pemeriksaan gula darah puasa
artinya pengambilan darah
dilakukan setelah seseorang tidak
makan (puasa) selama setidaknya
8 jam. Dalam keadaan tidak
makan (puasa) selama setidaknya
8 jam, idealnya gula darah berada
di bawah angka 100 mg/dL. Ini
adalah tes pertama yang akan
dilakukan untuk mengetahui
apakah seseorang mengalami
prediabetes dan diabetes.
Seseorang dapat dikatakan
menderita diabetes apabila dalam
keadaan puasa gula darahnya
mencapai 126 mg/dL atau lebih.
Sebelum melakukan pemeriksaan
gula darah puasa, seseorang tidak
diperbolehkan makan selama
minimal 8 jam sebelum sampel
darah diambil. Cairan yang
diperbolehkan untuk diminum pun
hanya air putih. Jika seseorang
sudah didiagnosa menderita
diabetes sebelumnya,
pemeriksaan gula darah puasa
akan didahulukan sebelum
individu yang bersangkutan
mengkonsumsi dosis pagi
insulinnya.
Gula darah 2 jam post prandial
Yang disebut dengan pemeriksaan
gula darah 2 jam post prandial
adalah pengambilan darah yang
dilakukan tepat 2 jam setelah
seseorang mulai makan. Ini
bukanlah tes untuk menegakkan
diagnosa diabetes. Tes ini
dilakukan untuk melihat apakah
seseorang yang diabetik telah
mendapatkan dosis insulin yang
tepat. Normalnya, setelah makan
kadar gula darah tidak boleh
melebihi 180 mg/dL. Apabila
kadar gula darah seseorang
melebihi batas normal gula darah
tersebut maka seseorang harus
memeriksakan diri lebih lanjut.
Kadar gula darah pada
pemeriksaan 2 jam post prandial
juga bervariasi tergantung pada
usia. Pada orang yang berusia di
bawah 50 tahun, hasil
pemeriksaan gula darah 2 jam
post prandial tidak boleh melebihi
140 mg/dL. Pada lansia yang
berusia antara 50-60 tahun, hasil
pemeriksaan gula darah 2 jam
post prandial tidak boleh melebihi
150 mg/dL. Sedangkan di atas 60
tahun tidak boleh melebihi 160
mg/dL.
Gula darah sewaktu
Pemeriksaan gula darah sewaktu
dilakukan tidak peduli kapan
terakhir kali seseorang makan.
Tes ini juga penting karena pada
orang sehat, fluktuasi kadar gula
darahnya sepanjang hari tidak
akan jauh berbeda baik sebelum
maupun sesudah makan. Sebelum
makan, normalnya batas normal
gula darah adalah antara 70-130
mg/dL. Sedangkan pada malam
hari, apabila diukur maka
normalnya kadar gula darah
berada dalam rentang 100-140
mg/dL.
Apabila pada pemeriksaan gula
darah sewaktu ini kadar gula darah
seseorang menunjukkan angka di
atas 200 mg/dL dan ia buang air
kecil lebih sering, selalu merasa
haus, serta berat badannya
mengalami peningkatan atau
penurunan secara signifikan,
pemeriksaan lanjutan yang
dilakukan biasanya adalah tes
gula darah puasa untuk
menegakkan diagnosa diabetes.
Tes toleransi glukosa
Selain pemeriksaan gula darah
puasa, tes toleransi glukosa ini
juga digunakan dalam
menegakkan diagnosa prediabetes
maupun diabetes. Dalam tes ini,
pengambilan darah dilakukan
dalam dua tahap setelah
seseorang mengkonsumsi cairan
yang mengandung gula. Tes ini
umumnya diaplikasikan pada ibu
hamil untuk mengetahui apakah
ibu hamil tersebut mengalami
diabetes gestasional (peningkatan
kadar gula darah akibat
kehamilan).
Tes ini biasanya dilakukan
beberapa kali. Tes pertama
umumnya dilakukan antara minggu
24-28 kehamilan. Ibu hamil akan
diminta untuk meminum 50 gram
larutan gula, dan 1 jam kemudian
tenaga kesehatan akan memeriksa
kadar gula darahnya. Apabila
kadar gula darah ibu hamil di atas
130 mg/dL, tenaga kesehatan akan
kembali melakukan pemeriksaan
kadar gula darah. Kali ini ibu hamil
akan diminta puasa lalu
pemeriksaan kadar gula darah
akan dilakukan tiap jam selama 2
hingga 3 jam berikutnya.
Sebelum menjalani tes toleransi
glukosa, seorang ibu yang sedang
hamil akan diminta untuk
mengkonsumsi diet tertentu
selama 3 hari sebelum
pemeriksaan dilakukan. Seperti
halnya pemeriksaan gula darah
puasa, ibu hamil juga harus puasa
terlebih dahulu selama 8 jam
sebelumnya, tidak boleh merokok,
dan tidak boleh melakukan
aktivitas fisik yang berlebihan.
Lantas, berapa batas normal gula
darah pada ibu hamil? Apabila tes
pertama menunjukkan kadar gula
darah di atas 95 mg/dL, satu jam
kemudian di atas 180 mg/dL, dua
jam kemudian di atas 155 mg/dL,
dan tiga jam kemudian kadar gula
darah lebih dari 140 mg/dL, dokter
akan menyatakan ibu hamil
mengalami diabetes gestasional.
Selain empat macam pemeriksaan
kadar gula darah tersebut, juga
terdapat cara lain untuk mengukur
kadar gula darah, yaitu dengan
hemoglobin A1c atau
glikohemoglobin, yang mengukur
seberapa banyak glukosa yang
melekat pada sel-sel darah
merah. Tes ini dapat digunakan
untuk menegakkan diagnosa
diabetes secara lebih akurat,
meskipun di Indonesia penerapan
tes ini masih belum dapat
diaplikasikan secara merata di
seluruh fasilitas kesehatan.
Tujuan dilakukannya pengukuran
hemoglobin A1c lebih pada aspek
monitoring, yang artinya tes ini
dilakukan untuk melihat apakah
seseorang berhasil mengontrol
diabetesnya dengan baik dalam
waktu 2-3 bulan terakhir, serta
apakah obat-obatan yang
diberikan untuk menurunkan kadar
gula darah pada individu tersebut
perlu diganti.
Untuk menjaga agar kadar glukosa
tidak melebihi batas normal gula
darah, penting untuk melakukan 3
hal: memperhatikan pola makan
(mengkonsumsi makanan yang
mengandung gula kompleks dan
membatasi porsinya), olahraga
rutin, dan memperkaya diri sendiri
dengan hal-hal yang berkaitan
dengan diabetes. Obat-obatan
adalah pilar terakhir yang baru
akan diberikan apabila 3 hal
tersebut tidak menunjukkan
perubahan yang signifikan .
Share this