Informasi mengenai ciri-ciri
penyakit lambung perlu Anda
ketahui sejak dini agar
mendapatkan perhatian dan
penanganan secepatnya sehingga
tidak berkembang lebih parah.
Penyakit lambung sebenarnya
merujuk pada kondisi yang cukup
luas, yaitu penyakit yang terjadi
pada area lambung. Jika
mendengar penyakit lambung,
mungkin pikiran Anda langsung
tertuju pada sakit maag. Hal ini
wajar, sebab sakit maag atau yang
dalam bahasa medis disebut
gastritis merupakan salah satu
penyakit pada lambung yang
paling banyak diderita oleh
masyarakat. Selain penyakit
maag, ada beberapa jenis
penyakit yang menyerang
lambung.
Berbagai penyakit yang terjadi di
area lambung selain penyakit
maag, antara lain yaitu dispepsia,
tukak lambung, GERD (Gastro
Esophageal Reflux Disease),
gastroenteritis, gastroparesis,
tumor, dan kanker lambung.
Penyakit tersebut di atas
sebenarnya pada fase awal
memiliki gejala yang hampir
sama. Ada berbagai faktor yang
dapat menyebabkan penyakit
lambung secara umum. Faktor
tersebut antara lain yaitu adanya
infeksi bakteri atau virus, adanya
penurunan fungsi organ
pencernaan, produksi asam
lambung yang berlebih, konsumsi
obat-obatan tertentu yang dapat
memicu peradangan di lambung,
terpapar zat racun, stres, rokok,
alkohol, dan efek dari penyakit
kronis lain.
Beberapa Ciri-Ciri Penyakit
Lambung yang Bisa Anda Ketahui
Penyakit yang terjadi pada
lambung biasanya akan
menunjukkan ciri-ciri yang
hampir sama, namun pada
perjalanannya akan menimbulkan
manifestasi klinis yang berbeda-
beda tergantung penyebab maupun
berat ringannya suatu penyakit.
Secara umum, beberapa ciri-ciri
penyakit lambung yang mudah
dikenali antara lain sebagai
berikut:
1. Rasa nyeri pada perut
Ciri-ciri penyakit lambung yang
sangat sering dikeluhkan oleh
penderitanya yaitu adanya rasa
nyeri pada perut. Skala nyeri
dapat berbeda-beda antara orang
yang satu dengan yang lain, mulai
dari keluhan yang ringan sampai
yang berat. Rasa nyeri biasanya
dirasakan sebagai sensani rasa
perih, seperti diremas-remas,
atau ditusuk-tusuk. Nyeri dapat
datang kapan saja dan biasanya
terjadi pada area perut bagian atas
dan ulu hati.
2. Rasa panas seperti terbakar
Rasa panas seperti terbakar atau
yang sering disebut sebagai
heartburn, juga dapat menjadi ciri-
ciri penyakit lambung. Penderita
akan mengalami rasa panas pada
perut bagian atas sehingga daerah
sekitar dada pun juga ikut panas.
Rasa panas pada lambung juga
dapat menjalar ke atas yaitu ke
area kerongkongan atau biasa
disebut sebagai GERD (Gastro
Esophageal Reflux Disease).
3. Begah/kembung
Penderita penyakit lambung juga
sering mengalami keluhan berupa
begah/kembung. Hal ini biasanya
terjadi karena peningkatkan gas
yang ada di lambung yang dipicu
akibat produksi asam lambung
yang berlebihan. Selain itu pada
beberapa kasus, adanya massa di
dalam lambung misalnya pada
kasus tumor atau kanker lambung
juga dapat menimbulkan kembung.
Rasa kembung ini tentunya
membuat penderitanya merasa
tidak nyaman karena perutnya
terasa penuh padahal tidak sedang
makan dalam jumlah yang banyak.
4. Mual/muntah
Ciri-ciri penyakit lambung yang
berikutnya yaitu mual/muntah.
Adanya peradangan pada lambung
atau peningkatan asam lambung
dapat menimbulkan respon
alamiah tubuh berupa rasa mual.
Mual merupakan perasaan ingin
mengeluarkan isi di dalam perut
yang dapat disertai dengan adanya
kontraksi otot lambung, keringat
dingin, dan pusing kepala. Jika
mual berlanjut, dapat
menimbulkan muntah, yang
ditandai dengan keluarnya cairan
atau produk olahan makanan dari
dalam lambung yang dikeluarkan
melalui mulut.
5. BAB yang tidak normal
BAB (Buang Air Besar) yang tidak
normal juga dapat menjadi ciri-
ciri penyakit lambung. BAB yang
tidak normal ini biasanya ditandai
dengan feses yang berwarna
merah kehitaman. Warna merah
kehitaman ini biasanya terjadi
akibat adanya tukak atau
perlukaan pada dinding lambung.
Sehingga darah akan bercampur
asam lambung dan hasil olahan
makanan dan akan menghasilkan
feses berwarna merah kehitaman.
Selain warna feses, BAB yang
tidak normal juga dapat ditandai
dengan diare atau dapat juga
terjadi sebaliknya yaitu susah
buang air besar (konstipasi).
6. Nafsu makan menurun
Salah satu ciri-ciri penyakit
lambung juga dapat ditunjukkan
dengan nafsu makan yang
menurun. Hal ini dikarenakan
adanya rasa tidak nyaman di perut
sehingga membuat penderitanya
enggan untuk makan. Apalagi jika
penderita merasakan kembung
yang terus-menerus dan adanya
mual/muntah maka akan semakin
menjauhkannya dari makanan.
Kondisi ini jika terjadi
berkelanjutan tentunya dapat
memicu penurunan berat badan
penderita secara drastis.
7. Badan lesu dan mudah lelah
Lambung merupakan organ tubuh
yang berperan penting dalam
pengolahan makanan. Jika
mengalami gangguan maka dapat
menyebabkan metabolisme tubuh
terganggu dan pasokan nutrisi ke
seluruh jaringan tubuh juga dapat
terhambat. Akibatnya tubuh
seseorang dapat mengalami
kekurangan energi yang ditandai
dengan badan lesu dan mudah
lelah walaupun tidak sedang
melakukan aktifitas yang berat.
8. Demam dan pusing
Orang yang sakit lambung juga
dapat mengalami ciri-ciri
penyakit lambung berupa demam
dan pusing. Kondisi ini biasanya
diakibatkan adanya proses
peradangan di lambung yang
diakibatkan oleh masuknya bakteri
atau virus sehingga akan
menimbulkan respon alami dari
tubuh berupa peningkatan suhu
tubuh atau demam. Sedangkan
rasa pusing dapat ditimbulkan
adanya gangguan pasokan nutrisi
ke jaringan tubuh terutama di otak
atau karena penderita mengalami
kekurangan energi.
Jika mengalami ciri-ciri penyakit
lambung seperti yang telah
disebutkan di atas, maka
sebaiknya Anda berkonsultasi ke
dokter agar dapat dilakukan
pemeriksaan terutama untuk
mengetahui penyebabnya dan
mendapatkan penanganan lebih
lanjut. Pada tahap yang ringan
penyakit lambung memang tidak
berbahaya, tetapi pada beberapa
kasus dapat membahayakan
nyawa. Penyakit lambung yang
berbahaya terutama disebabkan
adanya tukak atau perlukaan pada
lambung yang semakin meluas
sehingga menimbulkan perdarahan
pada lambung.
Selain adanya tukak yang parah,
penyakit lambung dapat menjadi
berbahaya jika terdapat kanker
atau keganasan pada sel-sel di
lambung yang menimbulkan angka
kematian cukup tinggi. Untuk
mendeteksi penyebab penyakit di
lambung, dokter biasanya akan
memasukkan selang kecil yang
dilengkapi kamera khusus ke
dalam lambung melalui hidung
atau yang disebut dengan
gastroscopy. Untuk mencegah
terjadinya penyakit pada lambung,
hal yang dapat dilakukan antara
lain yaitu dengan selalu
mengkonsumsi makanan/
minuman yang bersih dan sehat
untuk menghindari kontaminasi
kuman penyakit, menghindari
kebiasaan merokok dan minum
alkohol, menghindari stres, dan
menghindari makanan atau
minuman yang dapat memicu
peningkatan asam lambung.
Makanan/minuman yang dapat
memicu peningkatan asam
lambung antara lain yaitu
makanan yang terlalu pedas,
terlalu asam, tape, nangka, durian,
kol, sawi, kopi, dan minuman
bersoda. Hindari juga makanan/
minuman yang bersifat
karsinogenik (pemicu kanker),
misalnya makanan/minuman yang
mengandung bahan pengawet, zat
pemanis dan pewarna buatan.
Anda juga sebaiknya makan
secara teratur (jangan telat
makan) karena hal ini juga dapat
memicu peningkatan produksi
asam lambung. Di samping itu,
sebaiknya perbanyak konsumsi
buah, sayur, dan air putih untuk
melancarkan pencernaan dan
metabolisme tubuh. Lakukan juga
olahraga secara rutin agar tubuh
selalu bugar dan untuk
meningkatkan daya tahan tubuh.
Ciri-Ciri Penyakit Lambung yang Sebaiknya Anda Ketahui
Informasi mengenai ciri-ciri
penyakit lambung perlu Anda
ketahui sejak dini agar
mendapatkan perhatian dan
penanganan secepatnya sehingga
tidak berkembang lebih parah.
Penyakit lambung sebenarnya
merujuk pada kondisi yang cukup
luas, yaitu penyakit yang terjadi
pada area lambung. Jika
mendengar penyakit lambung,
mungkin pikiran Anda langsung
tertuju pada sakit maag. Hal ini
wajar, sebab sakit maag atau yang
dalam bahasa medis disebut
gastritis merupakan salah satu
penyakit pada lambung yang
paling banyak diderita oleh
masyarakat. Selain penyakit
maag, ada beberapa jenis
penyakit yang menyerang
lambung.
Berbagai penyakit yang terjadi di
area lambung selain penyakit
maag, antara lain yaitu dispepsia,
tukak lambung, GERD (Gastro
Esophageal Reflux Disease),
gastroenteritis, gastroparesis,
tumor, dan kanker lambung.
Penyakit tersebut di atas
sebenarnya pada fase awal
memiliki gejala yang hampir
sama. Ada berbagai faktor yang
dapat menyebabkan penyakit
lambung secara umum. Faktor
tersebut antara lain yaitu adanya
infeksi bakteri atau virus, adanya
penurunan fungsi organ
pencernaan, produksi asam
lambung yang berlebih, konsumsi
obat-obatan tertentu yang dapat
memicu peradangan di lambung,
terpapar zat racun, stres, rokok,
alkohol, dan efek dari penyakit
kronis lain.
Beberapa Ciri-Ciri Penyakit
Lambung yang Bisa Anda Ketahui
Penyakit yang terjadi pada
lambung biasanya akan
menunjukkan ciri-ciri yang
hampir sama, namun pada
perjalanannya akan menimbulkan
manifestasi klinis yang berbeda-
beda tergantung penyebab maupun
berat ringannya suatu penyakit.
Secara umum, beberapa ciri-ciri
penyakit lambung yang mudah
dikenali antara lain sebagai
berikut:
1. Rasa nyeri pada perut
Ciri-ciri penyakit lambung yang
sangat sering dikeluhkan oleh
penderitanya yaitu adanya rasa
nyeri pada perut. Skala nyeri
dapat berbeda-beda antara orang
yang satu dengan yang lain, mulai
dari keluhan yang ringan sampai
yang berat. Rasa nyeri biasanya
dirasakan sebagai sensani rasa
perih, seperti diremas-remas,
atau ditusuk-tusuk. Nyeri dapat
datang kapan saja dan biasanya
terjadi pada area perut bagian atas
dan ulu hati.
2. Rasa panas seperti terbakar
Rasa panas seperti terbakar atau
yang sering disebut sebagai
heartburn, juga dapat menjadi ciri-
ciri penyakit lambung. Penderita
akan mengalami rasa panas pada
perut bagian atas sehingga daerah
sekitar dada pun juga ikut panas.
Rasa panas pada lambung juga
dapat menjalar ke atas yaitu ke
area kerongkongan atau biasa
disebut sebagai GERD (Gastro
Esophageal Reflux Disease).
3. Begah/kembung
Penderita penyakit lambung juga
sering mengalami keluhan berupa
begah/kembung. Hal ini biasanya
terjadi karena peningkatkan gas
yang ada di lambung yang dipicu
akibat produksi asam lambung
yang berlebihan. Selain itu pada
beberapa kasus, adanya massa di
dalam lambung misalnya pada
kasus tumor atau kanker lambung
juga dapat menimbulkan kembung.
Rasa kembung ini tentunya
membuat penderitanya merasa
tidak nyaman karena perutnya
terasa penuh padahal tidak sedang
makan dalam jumlah yang banyak.
4. Mual/muntah
Ciri-ciri penyakit lambung yang
berikutnya yaitu mual/muntah.
Adanya peradangan pada lambung
atau peningkatan asam lambung
dapat menimbulkan respon
alamiah tubuh berupa rasa mual.
Mual merupakan perasaan ingin
mengeluarkan isi di dalam perut
yang dapat disertai dengan adanya
kontraksi otot lambung, keringat
dingin, dan pusing kepala. Jika
mual berlanjut, dapat
menimbulkan muntah, yang
ditandai dengan keluarnya cairan
atau produk olahan makanan dari
dalam lambung yang dikeluarkan
melalui mulut.
5. BAB yang tidak normal
BAB (Buang Air Besar) yang tidak
normal juga dapat menjadi ciri-
ciri penyakit lambung. BAB yang
tidak normal ini biasanya ditandai
dengan feses yang berwarna
merah kehitaman. Warna merah
kehitaman ini biasanya terjadi
akibat adanya tukak atau
perlukaan pada dinding lambung.
Sehingga darah akan bercampur
asam lambung dan hasil olahan
makanan dan akan menghasilkan
feses berwarna merah kehitaman.
Selain warna feses, BAB yang
tidak normal juga dapat ditandai
dengan diare atau dapat juga
terjadi sebaliknya yaitu susah
buang air besar (konstipasi).
6. Nafsu makan menurun
Salah satu ciri-ciri penyakit
lambung juga dapat ditunjukkan
dengan nafsu makan yang
menurun. Hal ini dikarenakan
adanya rasa tidak nyaman di perut
sehingga membuat penderitanya
enggan untuk makan. Apalagi jika
penderita merasakan kembung
yang terus-menerus dan adanya
mual/muntah maka akan semakin
menjauhkannya dari makanan.
Kondisi ini jika terjadi
berkelanjutan tentunya dapat
memicu penurunan berat badan
penderita secara drastis.
7. Badan lesu dan mudah lelah
Lambung merupakan organ tubuh
yang berperan penting dalam
pengolahan makanan. Jika
mengalami gangguan maka dapat
menyebabkan metabolisme tubuh
terganggu dan pasokan nutrisi ke
seluruh jaringan tubuh juga dapat
terhambat. Akibatnya tubuh
seseorang dapat mengalami
kekurangan energi yang ditandai
dengan badan lesu dan mudah
lelah walaupun tidak sedang
melakukan aktifitas yang berat.
8. Demam dan pusing
Orang yang sakit lambung juga
dapat mengalami ciri-ciri
penyakit lambung berupa demam
dan pusing. Kondisi ini biasanya
diakibatkan adanya proses
peradangan di lambung yang
diakibatkan oleh masuknya bakteri
atau virus sehingga akan
menimbulkan respon alami dari
tubuh berupa peningkatan suhu
tubuh atau demam. Sedangkan
rasa pusing dapat ditimbulkan
adanya gangguan pasokan nutrisi
ke jaringan tubuh terutama di otak
atau karena penderita mengalami
kekurangan energi.
Jika mengalami ciri-ciri penyakit
lambung seperti yang telah
disebutkan di atas, maka
sebaiknya Anda berkonsultasi ke
dokter agar dapat dilakukan
pemeriksaan terutama untuk
mengetahui penyebabnya dan
mendapatkan penanganan lebih
lanjut. Pada tahap yang ringan
penyakit lambung memang tidak
berbahaya, tetapi pada beberapa
kasus dapat membahayakan
nyawa. Penyakit lambung yang
berbahaya terutama disebabkan
adanya tukak atau perlukaan pada
lambung yang semakin meluas
sehingga menimbulkan perdarahan
pada lambung.
Selain adanya tukak yang parah,
penyakit lambung dapat menjadi
berbahaya jika terdapat kanker
atau keganasan pada sel-sel di
lambung yang menimbulkan angka
kematian cukup tinggi. Untuk
mendeteksi penyebab penyakit di
lambung, dokter biasanya akan
memasukkan selang kecil yang
dilengkapi kamera khusus ke
dalam lambung melalui hidung
atau yang disebut dengan
gastroscopy. Untuk mencegah
terjadinya penyakit pada lambung,
hal yang dapat dilakukan antara
lain yaitu dengan selalu
mengkonsumsi makanan/
minuman yang bersih dan sehat
untuk menghindari kontaminasi
kuman penyakit, menghindari
kebiasaan merokok dan minum
alkohol, menghindari stres, dan
menghindari makanan atau
minuman yang dapat memicu
peningkatan asam lambung.
Makanan/minuman yang dapat
memicu peningkatan asam
lambung antara lain yaitu
makanan yang terlalu pedas,
terlalu asam, tape, nangka, durian,
kol, sawi, kopi, dan minuman
bersoda. Hindari juga makanan/
minuman yang bersifat
karsinogenik (pemicu kanker),
misalnya makanan/minuman yang
mengandung bahan pengawet, zat
pemanis dan pewarna buatan.
Anda juga sebaiknya makan
secara teratur (jangan telat
makan) karena hal ini juga dapat
memicu peningkatan produksi
asam lambung. Di samping itu,
sebaiknya perbanyak konsumsi
buah, sayur, dan air putih untuk
melancarkan pencernaan dan
metabolisme tubuh. Lakukan juga
olahraga secara rutin agar tubuh
selalu bugar dan untuk
meningkatkan daya tahan tubuh.