6 Teknik OptimasiSEO Gambar Postingan
Jika ingin postingan Anda terangkat posisinya di SERP’s, optimalkan gambar dengan enam teknik optimasi berikut ini. Perhatikan baik- baik, jangan meleng. 1. SEO-kan nama filenya Di sinilah optimasi gambar dimulai. Nama file memberitahu Google sebagian besar informasi tentang gambar postingan Anda. Saat mendownload atau merekayasa gambar lewat sebuah aplikasi, nama file yang muncul biasanya berupa kode gambar dengan format tertentu seperti, IMAGE123.JPG , atau xythkrd.PNG , dll. Untuk itu, pastikan nama file gambar menggunakan kata kunci yang Anda targetkan. Tempatkan sedekat mungkin pada awal nama file. Contoh :Target kata kunci Anda “ cara menjinakkan monyet”. Supaya gambar jadi lebih SEO, ubah nama file aslinya menjadi : “ cara-menjinakkan- monyet.jpg ” Setelah nama file sudah jadi, selanjutnya kita melangkah ke alt teks + judul teks. 2. Tambahkan teks sebagai konteks Pernah mengalami gambar gagal dimuat saat mendarat di sebuah halaman web? Kasus seperti ini jamak terjadi. Situasi ini bisa merugikan tergantung penyebab kegagalan loading gambar tersebut. Apakah karena koneksi internetnya, atau karena masalah intern pada website-nya.
Agar masalah ini tak
menimpa blog Anda,
tambahkan atribut alt teks
berisi kata kunci sebagai
modal tambahan meraih
peringkat. Pastikan tak ada
informasi atau fungsi yang
hilang.
Selain alt teks, ada juga teks
judul gambar. Ruang ini lebih
ditujukan untuk informasi
terkait suasana grafis yang
ditampilkan.
Manfaatkan kedua tag ini
sepenuhnya untuk
meningkatkan upaya SEO
Anda.
3. Perhatikan skala gambar
Seperti kita tahu, kecepatan
adalah faktor penting untuk
peringkat di Google.
Waktu loading sebuah situs
(terutama pada ponsel),
berdampak langsung pada
pengalaman pengguna dan
kelanggengan kursi Anda di
SERPs.
Saat menambahkan gambar
ke blog, pastikan skalanya
sesuai dengan ukuran yang
ingin ditampilkan.
Jika Anda memasang gambar
besar untuk sebuah postingan
tapi hanya muncul sebagian,
nantinya saat halaman telah
tampil utuh, loading tetap
berjalan sampai gambar
selesai dimuat.
Malah kadang loading selesai
tapi gambar tetap tidak tampil
secara sempurna.
Jadi, bila ingin gambar besar
terintegrasi dengan postingan
(misalnya untuk produk)
pilihan terbaiknya adalah
menampilkannya dalam model
pop-up atau terbuka pada tab/
jendela baru.
Perlu diingat bahwa hanya
karena ukuran gambarnya
telah diubah bukan berarti
ukuran filenya ikut berubah.
4. Pilih format dengan tepat
- perkecil ukuran filenya
Untuk terus mengoptimalkan
kecepatan halaman web Anda,
lampirkan gambar dengan
ukuran file sekecil mungkin.
Caranya bisa dengan
menghapus EXIF data file atau
menggunakan tool seperti
ImageOptim, JPEGMini,
JPGOptimizer, dan lainnya.
Saat meng-upload gambar,
tentukan jenis filenya dengan
tepat untuk masing-masing
skenario :
Keterangan gambar sangat
berguna, karena tidak semua
pembaca paham dengan
gambar Anda. Selain
menambah konteks pada
gambar, caption juga
membuat gambar lebih mudah
dimengerti oleh mesin pencari
(selain alt teks Anda).
Menurut Poynter Research,
hampir 16% pembaca lebih
banyak melihat caption
daripada teks. Ini bukti kalo
caption bermanfaat bagi
pembaca.
Tapi ingat, jangan terlalu
memaksakan caption gambar
jika memang tak terlalu
dibutuhkan.
6. Sitemap XML gambar
Apa itu sitemap XML gambar?
Persis seperti peta situs
untuk halaman web, peta situs
gambar adalah corak halaman
web dengan beberapa tautan
di dalamnya.
Menampilkan informasi
layaknya sitemap
konvensional seperti URL,
tanggal modifikasi terakhir,
frekuensi dan prioritas
perayapan.
Sitemap gambar dapat
berkomunikasi dengan robot
tentang jenis gambarnya,
pokok bahasan, alt teks
gambar, judul gambar, lokasi,
dll.
Sitemap ini bisa saja
ditambahkan ke sitemap yang
sudah ada, atau Anda dapat
membuat peta situs tertentu
untuk gambar di situs Anda.
Secara pribadi, saya pakai
cara kedua karena ada
banyak tool pihak ketiga
gratisan yang dengan mudah
dapat Anda gunakan untuk
membuat beberapa jenis peta
situs.